TUGAS EKONOMI PEMBANGUNAN

NAMA MAHASISWA : SAPTO WINTARDI

DOSEN : Prof. Dr. H.M. SALEH, M.Sc

Dalam melaksanakan pembangunan tentu saja dibutuhkan besarnya dana agar pembangunan sesuai harapan. Coba saudara jelaskan darimana saja sumber dana untuk mendapatkan Kapital untuk bisa membiayai pembangunan.

1. Menurut Prof. Drs. H. Rustian Kamaludin dalam Buku “Pengantar Ekonomi Pembangunan” Edisi Kedua Halaman 21-25 menyebutkan bahwa : Proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi pada dasarnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu Faktor ekonomi dan faktor non ekonomi. Faktor ekonomi adalah berupa sumber daya alam, sumber daya manusia (tenaga kerja), permodalan dan tenaga manajerial semuanya disebut faktor-faktor produksi. Faktor non ekonomi berupa lembaga sosial, kondisi politik, nilai-nilai moral dan sejenisnya yang bukan merupakan faktor ekonomi yang mempengaruhi baik menunjang ataupun menghalangi proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Modal atau permodalan merupakan persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat dihasilkan maupun diproduksi. Jika stok modal meningkat dalam jangka waktu tertentu dikatakan terjadinya akumulasi modal atau pembentukan modal. Faktor modal inilah yang menjadi masalah di negara-negara berkembang, padahal modal ini memegang peranan penting dalam menunjang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Proses pembentukan modal tersebut bersifat kumulatif dan membiayai diri sendiri serta mencakup tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu (1) ada tabungan nyata dan kenaikannya, (2) adanya Lembaga Keuangan dan Perkreditan untuk menggalakan tabungan dan menyalurkannya ke jalur dan sasaran yang dikehendaki, dan (3) mempergunakan tabungan tersebut untuk investasi barang modal.

2. Menurut Drs. Irawan, M.B.A dan Drs. M. Suparmoko, M.A., Ph.D dalam Buku “Ekonomika Pembangunan” Edisi Kelima tahun 1992 halaman 77-88 menyebutkan bahwa :

Kapital untuk pembangunan dapat diciptakan dg cara :

· Menggeser kelebihan tenaga dari sektor pertanian ke sektor

lain (menggunakan pengangguran terselubung).

· Menekan konsumsi atau meningkatkan ekspor

· Memindahkan faktor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang

produktif ke penggunaan yang lebih produktif.

Dalam arti uang sumber kapital untuk pembangunan ada tiga macam :

· Tabungan sukarela (voluntary saving)

· Pajak atau tabungan paksa (forced saving)

· Pinjaman Luar Negeri (foreign loans)

Secara finansial sumber kapital untuk pembangunan dikelompokkan :

· Tabungan sukarela (voluntary saving)

a. Bagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan untuk keperluan memenuhi kebutuhan konsumsi.

b. Dana ini masuk bank, asuransi dan lembaga keuangan lainnya.

· Pajak atau tabungan paksa (forced saving)

a. Sumber penerimaan negara dapat berupa pajak dan bukan pajak.

b. Pajak, iuran yang dapat dipaksakan kepada wajib pajak oleh pemerintah dengan balas jasa yg tdk langsung dpt ditunjuk.

c. Fungsi pajak, sebagai sumber penerimaan negara dan sebagai alat untuk mengatur.

d. Pajak dibedakan mjd pajak langsung dan pajak tdk langsung.

e. Pajak langsung, pajak yg bebannya tdk dapat digeserkan kepada pihak lain oleh wajib pajak (dlm arti ekonomi) atau pajak yg dipungut atas dasar surat ketetapan pajak (kohir) (dlm artian administrasi).

f. Pajak tdk langsung, pajak yg bebannya dpt digeserkan/dilimpahkan kepada pihak lain (dlm arti ekonomi) atau pajak yg dipungut tanpa menggunakan surat ketetapan pajak (dlm artian administrasi).

g. Pajak berpengaruh terhadap konsumsi, tabungan, produksi dan distribusi (khususnya pendapatan).

· Tabungan pemerintah

a. Tabungan pemerintah, selisih dari penerimaan dan pengeluaran rutin.

b. Semakin tinggi tabungan pemerintah semakin besar dana yg tersedia untuk pembangunan.

· Pinjaman pemerintah, dibedakan menjadi :

a. pinjaman sukarela

b. pinjaman paksa, atau

c. pinjaman dalam negeri

d. pinjaman luar negeri

e. secara makro pinjaman dalam negeri tidak menimbulkan aliran dana masuk, sedangkan pinjaman luar negeri menimbulkan aliran dana masuk

· Inflasi (invisible tax)

a. Inflasi diartikan sebagai kenaikan harga yang terjadi secara umum dan terus menerus.

b. Dengan demikian adanya inflasi menyebabkan semua unit ekonomi (konsumen dan produsen) akan membeli barang dengan jumlah yang lebih sedikit dengan pengeluaran rupiah yang sama.

c. Jadi mereka mengurangi konsumsi riil, sehigga dapat dikatakan sebagai pajak yang tidak tampak.

· Investasi asing.

a. Merupakan investasi yang dilaksanakan oleh pemilik modal asing di dalam negeri untuk mendapatkan keuntungan dari usaha yang dilaksanakan.

b. Investasi dapat meningkatkan lapangan kerja, diolahnya sumber daya alam, menaikkan value added, penerimaan negara dan alih teknologi.

3. Menurut Abdul Hakim, SE dalam buku “Ekonomi Pembangunan” Edisi Pertama Cetakan ke dua tahun 2004 halaman 163-170 menyebutkan bahwa Pembiayaan Pembangunan terdiri dari :

A. Sumber Dana Dalam Negeri

· Tabungan Pemerintah

· Tabungan Swasta Domestik

ü Tabungan Rumahtangga

ü Tabungan Perusahaan

B. Sumber Dana Luar Negeri antara lain :

· Bantuan Luar Negeri, bantuan ini bisa langsung diberikan ke sebuah negara sedang berkembang (bilateral), misalnya bantuan pemerintah Jepang kepada Indonesia, atau dari lembaga-lembaga internasional (multilateral), misalnya IMF

· Kiriman uang dari luar negeri,

· Pinjaman dari bank-bank swasta asing, pinjaman komersial ini biasanya berbunga lebi tinggi dan berjangka waktu pendek dari bantuan internasional.

· Investasi dari luar negeri, bisa dibedakan menjadi dua, yaitu investasi asing fortofolio (pembelian saham dan obligasi) dan invesatasi asing langsung (investor membuka cabang perusahaan di negara berkembang dan mempunyai kontrol langsung ke perusahaan tersebut)

4. SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN (budirismayadi.tripod.com/ekbang-5.htm)

1. Tabungan Dalam Negeri Sumber : Tabungan perusahaan & Tabungan rumah tangga

2. Tabungan Luar Negeri Sumber : Tabungan pemerintah asing (LN) dan tabungan swasta asing

3. Investasi dan Pertumbuhan

4. Effisiensi penggunaan modal

5. Sumber dana dari luar negeri : pemerintah / swasta

6. Bantuan luar negeri

Lembaga-Lembaga Bantuan Internasional:

· The Asian Development Bank (ADB)

· Bank Dunia (World Bank)

· IMF (international Monetery Found)

· Badan Perwakilan Bank Dunia.

DAMPAK BANTUAN LUAR NEGERI TERHADAP PEMBANGUNAN

Pendekatan Two Gap Model : Bantuan & tabungan luar negeri penyumbang terbesar untuk investasi atau memperbesar impor (memperoleh devisa).

1. Kenyataan bahwa tingkat pertumbuhan negara penerima bantuan tidak begitu tinggi. (Pendekatan Harod Domar kurang tepat).

2. NYSB mengalami kekurangan input komplemen ; kecakapan tenaga kerja, kapasitas administratif, infrastruktur, institusi ekonomi & stabilitas politik. Tingkat tabungan tinggi tidak mampu mendorong pertumbuhan.

3. Bantuan luar negeri tidak dapat menyumbang kenaikan tabungan / impor.

4. Bantuan luar negeri tidak menambah tabungan domestik, shg menaikan konsumsi & impor dan menurunkan investasi & ekspor. Menurut teori ekonomi bantuan menaikan konsumsi & investasi.

MANFAAT INVESTASI ASING

1. Menciptakan perluasan kerja
2. Proses alih teknologi & keterampilan yg bermanfaat, Know How
3. Sbg sumber tabungan / devisa

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN NEGARA BERKEMBANG TERHADAP INVESTASI ASING

Menggunakan Kebijakan Restriktif :
1. Prasyarat kinerja
2. Hukum Kejenuhan (Saturation)
3. Pengendalian Repatriasi Laba

Menggunakan Kebijakan Insentif (Rangsangan) adalah pajak.

PINJAMAN KOMERSIAL
Sumber dana luar negeri yang sangat cepat perkembangannya adalah pinjaman swasta, berasal dari 3 sumber :

1. BOND LENDING
Bentuk investasi portofolio, pembelian saham perusahaan-perusahaan NSB oleh pihak asing

2. PINJAMAN KOMERSIAL
Dari bank-bank luar negeri, pasar Euro Currency.

3. KREDIT EKSPOR

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN

Konsep dasar teori pertumbuhan ekonomi dengan kerangka analisis kemungkinan produksi sederhana (SIMPLE PRODUCTION POSSIBILITY) : untuk melihat tingkat, komposisi dan pertumbuhan output nasional.

FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI
1. Akumulasi modal
2. Pertumbuhan penduduk
3. Kemajuan teknologi

Ada 3 macam klasifikasi kemajuan teknologi :
1. Netral
2. Hemat tenaga kerja (Labor Saving)
3. Hemat modal (Capital Saving)

KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN EKONOMI MODERN

SIMON KUZNETS (Nobel Ekonomi 1971) mendefinisikan PERTUMBUHAN EKONOMI : peningkatan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi bagi penduduknya ; pertumbuhan kemampuan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.
A
da 3 komponen pokok penting, yaitu :
1. Kenaikan output nasional secara terus menerus
2. Kemajuan teknologi sebagai prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi
3. Penyesuaian kelembagaan, sikap dan ideologi.

KUZNETS memisahkan 6 karakteristik proses pertumbuhan pada hampir semua negara maju:

DUA VARIABEL EKONOMI AGREGATIF
1. Tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan penduduk
2. Tingginya tingkat kenaikan produktivitas faktor produksi secara keseluruhan, terutama produktivitas tenaga kerja.


DUA VARIABEL TRANSFORMASI STRUKTURAL

3. Tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi
4. Tingginya tingkat transformasi sosial dan ideologi


DUA FAKTOR yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional :

5. Kecenderungan negara-negara maju secara ekonomis untuk menjangkau seluruh dunia untuk mendapatkan pasar dan
bahan baku.

6. Pertumbuhan ekonomi ini hanya terbatas pada sepertiga populasi dunia.

KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN NEGARA YANG SEDANG BERKEMBANG


Menurut IRMA ADELMAN & CYNTHIA TAFT MORRIS (1973) ada 8 :

1. Pertambahan penduduk tinggi, sehingga pendapatan perkapita menurun

2. Inflasi : dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proposional dgn pertambahan produksi barang-barang.

3. Ketidakmerataan pembangunan antar daerah

4. Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek padat modal (Capital Intensive) sehingga prosentase pendapatan modal dari harta tambahan besar dibandingkan dengan prosentase pendapatan yg berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.

5. Rendahnya mobilitas sosial

6. Pelaksanaan kebijaksanaan industri substitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.

7. Memburuknya nilai tukar (Term of Trade) bagi NYSB dalam perdagangan dgn negara-negara maju, sebagai akibat ketidakelastisan permintaan negara-negara thd barang-barang ekspor NYSB.

8. Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat, seperti pertukangan, industri rumah tangga dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: